Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, secara resmi menandai dimulainya pembangunan Museum Majapahit melalui peletakan batu pertama yang berlangsung di Trowulan, Kabupaten Mojokerto, pada Sabtu, 12 September 2026. Pembangunan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam merevitalisasi museum dan kawasan cagar budaya sekaligus mengubah Museum Majapahit menjadi museum yang lebih representatif. Kegiatan tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah pusat dan daerah, akademisi, arkeolog, budayawan, tokoh masyarakat, dan para pelaku ekonomi kreatif.

Kehadiran Museum Majapahit diarahkan untuk menghadirkan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kejayaan dan perjalanan peradaban Majapahit. Dengan luas kawasan sekitar 10 hektare, museum ini nantinya akan menampilkan berbagai koleksi artefak, perkembangan sejarah kerajaan, kehidupan masyarakat, dan aspek sosial, serta budaya Majapahit. Pengembangan museum ini menjadi penting mengingat kawasan Trowulan memiliki sekitar 88.000 koleksi artefak yang memiliki nilai historis dan dapat menjadi sumber pengetahuan bagi masyarakat.

Konsep pembangunan museum dirancang dengan mengangkat filosofi Surya Majapahit dan karakter material bata merah yang identik dengan peninggalan arkeologis Trowulan. Selain memperhatikan aspek pelestarian, museum juga dirancang dengan pendekatan ramah lingkungan melalui pemanfaatan energi terbarukan, seperti panel surya. Penggunaan teknologi digital, ruang imersif, film, da berbagai media interaktif juga akan menjadi bagian dari penyajian museum agar informasi sejarah dapat disampaikan secara lebih menarik dan relevan bagi generasi muda. Jika ditemukan struktur arkeologis selama proses pembangunan, temuan tersebut akan dipertahankan dan diintegrasikan sebagai bagian dari koleksi in situ.

Pembangunan Museum Majapahit diharapkan mampu menjadikan KCBN Trowulan sebagai kawasan budaya yang dinamis dan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum ini direncanakan berkembang sebagai ruang budaya yang memungkinkan berlangsungnya berbagai aktivitas seni, edukasi, dan kebudayaan sekaligus membuka peluang bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, komunitas, akademisi, seniman, budayawan, dan sektor swasta, Museum Majapahit ditargetkan menjadi salah satu museum ikonik Indonesia yang mampu memperkenalkan warisan peradaban Majapahit kepada masyarakat luas hingga tingkat internasional.






