Prasasti Trailokyapuri IIIa dan IIIB

Prasasti Tarilokyapuri III memberikan informasi bahwa Kerajaan Majapahit memiliki raja bernama Girindrawarddhana Sri Singhawarddhana Dyah Wijayakusuma. Prasasti ini menambah daftar prasasti-prasasti dari majapahit akhir. Berdasarkan prasasti-prasasti masa Majapahit, diketahui tokoh bernama Girindrawarddhana tidak hanya satu. tokoh Girindrawarddhana ada tiga orang dengan nama yang berbeda, tetapi sama-sama disebut dengan Bhatara dari Kling. Tiga tersebut adalah Dyah Ranawijaya (Prasasti Ptak, Trailokyapuri I, dan Sidotopo 1486 M), Dyah Wijayakusuma (Prasasti Trailokyapuri III), dan Dyah Wijayakarana (Prasasti Waringinpitu 1447 M). Dengan demikian, Prasasti Tarilokyapuri III memiliki nilai penting bagi sejarah dan ilmu pengetahuan.
Prasasti Trilokyapuri III juga memberitakan tentang penyelenggaraan upacara śraddha untuk memperingati dua belas tahun kematian. Kini, masyarakat masih memiliki upacara serupa untuk datang bersama-sama datang ke makam leluhur untuk bersih-bersih dan berdoa yang dikenal dengan sadran. Prasasti Trailokyapuri III memberikan informasi bahwa tradisi yang berlangsung sekarang dapat saja berkaitan dengan tradisi pada masa sebelumnya. Dengan demikian, Prasasti Trailokyapuri III juga memiliki nilai penting bagi kebudayaan (Tjahjono Prasodjo).