Candi Jago

Menurut kitab Negarakertagama pupuh 41:4 dan Pararaton, dijelaskan nama Candi Jago adalah Jajaghu. Jajaghu artinya keagungan. Istilah tersebut digunakan untuk menyebut tempat suci. Candi ini pertama kali ditemukan Belanda pada 1834. Pembangunan candi ini telah dilakukan sejak 1268 M hingga 1280 M. Berdasarkan sumber yang ada, candi ini dibangun Kartanegara sebagai tanda penghormatan bagi Raja Singhasari ke-4, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana, yang merupakan ayahandanya.

Bangunan Candi Jago menghadap ke arah barat, yang berdiri di atas batu setinggi 1 meter dan kaki candi terdiri atas tiga teras bertingkat. Makin ke atas teras kaki candi, maka makin kecil hingga di lantai pertama maupun kedua terdapat selesar yang dapat dilewati untuk mengelilingi candi. Pembangunan candi ini telah dilakukan sejak 1268 M hingga 1280 M.

Berdasarkan sumber yang ada, candi ini dibangun Kartanegara sebagai tanda penghormatan bagi Raja Singhasari ke-4, yaitu Sri Jaya Wisnuwardhana, yang merupakan ayahandanya.

Bangunan Candi Jago menghadap ke arah barat, yang berdiri di atas batu setinggi 1 meter dan kaki candi terdiri atas tiga teras bertingkat. Makin ke atas teras kaki candi, maka makin kecil hingga di lantai pertama maupun kedua terdapat selesar yang dapat dilewati untuk mengelilingi candi.